Kamis, 30 Mei 2013

Konsep Sistem, Data, dan Informasi


A.    Konsep Sistem
            Sistem merupakan suatu susunan elemen yang membentuk suatu kegiatan atau suatu skema yang berorientasi kearah tujuan yang sama dengan membentuk suatu keseluruhan yang kompleks atau utuh.

Karakteristik Sistem :
-          Komponen (elemen)
-          Batasan sistem (boundary)
-          Lingkungan luar (environment)
-          Penghubung sistem (interface)
-          Masukkan (input)
-          Keluaran (output)
-          Sasaran sistem (objective)

            Syarat sebuah sistem, yaitu :
-          Di buat atau dibentuk untuk menyelesaikan tujuan
-          Mempunyai rencana
-          Adanya hubungan antara elemen sistem
-          Unsur dasar proses lebih penting dari elemen sistem
-          Tujuan organisasi lebih penting dari tujuan elemen

B.     Data
            Data merupakan kumplan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan atau fakta, dapat berupa angka, huruf, simbol khusus, atau bisa juga berupa gabungan  dari angka, huruf dan simbol khusus yang dapat digunakan sebagai kajian atau mendiskusikan sesuatu.
            Data dapat berupa teks, citra (gambar/grafik), audio (suara), maupun berupa video.
            Contoh : Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Jawa, Irian Jaya.


C.     Informasi
            Informasi merupakan data yang telah di proses menurut sekumpulan aturan dan telah memiliki nilai atau arti.
Dibawah ini merupakan gambaran/skema untuk siklus informasi, yaitu :
Basis Data

Dari gambar tersebut dapat dijabarkan bahwa :
-          Data yang diolah melalui suatu model (Process) menjadi informasi.
-          Kemudian diterima oleh penerima informasi(Recipient), setelah itu penerima informasi membuat keputusan (decision) dan kemudian melakukan tindakan (actions).
-          Hasil tindakan tersebut (result) akan kembali menjadi data yang akan di tangkap (captured) sebagai input dan diproses kembali melalui model(process), dan seterusnya seperti sebuah siklus.

Kualitas informasi menurut James A Senn, memiliki karakteristik/ciri-ciri sebagai berikut :
-          Akurat  (accuracy), yaitu bebas dari kesalahan, tidak bias/menyesatkan, jelas mencerminkan maksudnya.
-          Bentuk (form), yaitu kualitatif atau kuantitatif, numerical atau berupa grafik, ringkas atau rinci, dan sebagainya.
-          Frekuensi (frequency), yaitu seberapa seringt informasi diperlukan, dikumpulkan atau dihasilkan.
-          Kelebarannya (breadh), yaitu ruang lingkupnya meliputi berbagai bidang atau hanya satu bidang saja.
-          Asal (original), yaitu informasi berasal dari dalam atau luar perusahaan/organisasi.
-          Orientasi Waktu (time horizon), yaitu informasi dapat berorientasi pada masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.
-          Tepat pada waktunya (timeliness), yaitu informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan tidak boleh terlambat, karena neterlambatan dapat mengakibatkan informasi tidak mempunyai nilai lagi.
-          Relevan (relevance), yaitu mempunyai manfaat untuk digunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan peruntukannya.
-          Lengkap (completeness), yaitu mengandung semua data-data penting yang di butuhkan pengguna informasi.
-          Ekonomis (economies), yaitu informasi yang dihasilkan melalui proses yang ekonomis.
-          Sederhana (simple), yaitu informasi sebaiknya tidak terlalu kompleks, sehingga memudahkan penutupan prioritas.
-          Dapat dibuktikan (approved), yaitu informasi harus dapat dibuktikan kebenarannya.

Selasa, 02 April 2013

Subnetting dan CIDR

A. Subnetting
 
Pengertian Subnetting 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Subnetting adalah upaya / proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, anda bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.

Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
B. CIDR
CIDR merupakan metode yang digunakan ISP untuk megalokasikan sejumlah IP Address ke pelanggannya.
Contoh :200.200.200.1/29
maksud angka setelah tanda slash adalah menjelaskan berapa subnetmask anda dan berapa ip address yang menjadi hak anda.


Pahami Konsep Dasar CIDR 255.255.255.255 = subnetmask maksimal
8bit  8bit  8bit  8bit  = 32 bit
Jadi subnetmask maksimal = 32

DIKETAHUI :
kelas c standar subnetmask 255.255.255.0
Maka = 32 – 8 = 24
artinya kelas c standar mempunyai = ipaddress / 24


Contoh : Berapa komputer yg bisa online dan berapa subnetmasnya
berdasarkan : 192.168.0.1/24
RUMUS : 2^n - 2
ket n = subnetmask maksimal – perberapa

JAWAB :
mencari jumlah komputer yg online :
= 2^n - 2    =   2^(32-24) - 2
= 2^8 – 2
= 256 – 2   =  254 jadi 254 komp yg online

mencari subnetmask : 254 - 254 = 0
Jadi subnetmasknya : 255.255.255.0


link :http://perfect-damage.blogspot.com/2013/02/pengertian-cidr.html , dan http://terorblade.blogspot.com/2012/07/pengertian-subnetting.html

Rabu, 27 Maret 2013

--- Perbedaan TCP dan UDP ---


No
TCP
UDP
1.
Beroperasi berdasarkan konsep koneksi.
Tidak berdasarkan konsep koneksi, jadi harus membuat kode sendiri.
2.
Jaminan pengiriman-penerimaan data akan reliable dan teratur.
Tidak ada jaminan bahwa pengiriman dan penerimaan data akan reliable dan teratur, sehingga paket data mungkin dapat kurang, terduplikat, atau bahkan tidak sampai sama sekali.
3.
Secara otomatis memecah data ke dalam paket-paket.
Pemecahan ke dalam paket-paket dan proses pengirimannya dilakukan secara manual.
4.
Tidak akan mengirimkan data terlalu cepat sehingga memberikan jaminan koneksi internet dapat menanganinya.
Harus membuat kepastian mengenai proses transfer data agar tidak terlalu cepat sehingga internet masih dapat menanganinya.
5.
Mudah untuk digunakan, transfer paket data seperti menulis dan membaca file.
Jika paket ada yang hilang, perlu dipikirkan di mana letak kesalahan yang terjadi dan mengirim ulang data yang diperlukan.

Secara garis besar perbedaan TCP dan UDP adalah :
No
TCP
UDP
1.
Dapat diandalkan Jika sambungan terputus ketika mengrim sebuah pesan maka server akan meminta bagian yang hilang. Jadi tidak akan terjadi data yang korup ketika mentransfer sebuah data.
Tidak dapat diandalkan Jika mengirimkan suatu pesan atau data, kita tidak akan tahu apakah sudah terkirim atau belum dan apakah sebagian dari pesan tersebut hilang atau tidak ketika proses pengiriman. Jadi akan ada kemungkinan terjadinya data yang korup.
2.
Berurutan Ketika mengrimkan dua pesan secara berurutan / satu demi satu. TCP akan mengirimkannya secara berurutan. Tidak perlu khawatir data tiba dengan  urutan yang salah.
Tidak berurutan Ketika mengrimkan dua pesan secara berurutan / satu demi satu. Tidak dapat dipastikan data mana yang akan datang terlebih dahulu.
3.
Berorientasi sambungan (connection-oriented)Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
Connectionless (tanpa koneksi)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
4.
Ringan (Heavyweight) Ketika tingkat level terendah dari TCP tercapai dalam urutan yang salah,permintaan pengiriman ulang data harus dikirm. dan bagian lainya harus dikembalikan semua. Sehingga membutuhkan proses untuk menyatukannya
Ringan (Lightweight) Tidak ada permintaan pesan, tidak ada trak koneksi dan yang lainnya, hanya menjalankan dan melupakannya. Ini berarti itu jauh lebih cepat dan kartu jaringan / OS hanya melakukan sedikit pekerjaan untuk menerjemahkan kembali data dari paket.
5.

Streaming Data /paket dibaca sebagai satu alur data. tanpa mengetahui batas setiap data berakhir dan data yang lain mulai. Ada kemungkinan beberapa paket data dibaca per satu panggilan data. 
Datagrams Paket dikirim secara individu dan dijamin utuh ketika tiba. Satu paket dibaca per satu  panggilan.
5.

Contoh
World Wide Web (Apache TCP port 80), e-mail (SMTP TCP port 25 Postfix MTA), File Transfer Protocol (FTP port 21) and Secure Shell (OpenSSH port 22) etc.
Contoh
Domain Name System (DNS UDP port 53), streaming media applications such as IPTV or movies, Voice over IP (VoIP), Trivial File Transfer Protocol (TFTP) and online multiplayer games etc


Link : http://irpantips4u.blogspot.com/2012/11/tcp-dan-udp-penjelasan-dan-perbedaannya.html

Sabtu, 16 Maret 2013

Perbedaan Hub dan Switch



Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

Sumber : http://www.infoteknologi.com/network/perbedaan-hub-dan-switch/